[Review Event] Roadway To Republic IoT 2019 Kota Semarang

[Review Event] Roadway To Republic IoT 2019 Kota Semarang

Semarang jadi salah satu kota yang disinggahi diantara 5 kota yang didatangi acara yang diorganisasi oleh Makestro yang berkolaborasi dengan Kominfo ini. Pelaksanaannya sendiri dilakukan selama dua hari, yakni sesi workshop dan workshop.
Sabtu pagi (13 Juli), acara yang mengusung tema Expert system as well as Web Of Points atau AIOT ini dilaksanakan di Wisma Perdamaian. Kami sendiri hanya mengikuti hari pertama yang banyak diisi pengetahuan tentang IOT dan implementasinya hingga masa depan teknologi ini dikemudian hari. Sedangkan hari kedua, Minggu (14 Juli), kami pikir itu lebih diperuntukkan bagi para manufacturers dan programmer.
Semarang jadi tuan rumah
Semarang tidak sendiri menjadi tuan rumah penyelenggaraan roadshow IOT ini. Ada Medan dan Bali yang lebih dulu, Semarang Kota ketiga, kemudian dilanjut Malang (27-28 Juli) dan Bandung (3-4 Agustus).

Acara dibuka oleh perwakilan Dinas Kominfo Jawa Tengah yang diwakili Ibu Ratna Dewajati, selaku Sekretaris Diskominfo Jateng. Dalam sambutannya, beliau mengungkapkan terima kasih terpilihnya Semarang menjadi salah satu kota acara ini. ‘Kami senang Semarang jadi tuan rumah.’
Peserta yang mengikuti acara ini, terutama sesi workshop dan mengirimkan produknya dapat membantu provinsi Jawa Tengah menyelesaikan berbagai permasalahan yang berhubungan dengan teknologi.
Bahkan beliau akan mengajak peserta yang memiliki kemampuan untuk mewujudkan berdikari Jawa Tengah. Pertemuan ini diharapkan tidak berhenti di sini.

Sesi diskusi

Diantara pembicara yang duduk di depan, ada satu pembicara lokal yang mungkin sebagian peserta yang hadir mengenalnya. Mas Rofiq Cahyo Prayogo yang akan berbicara di sesi berikutnya dengan membawa Si Robo, produk buatan bersama rekannya yang mengembangkan teknologi IoT.

See also  Event Komunikasi dan Edukasi 2019, Panggung Designer Web Content

Lainnya, ada Aris Kurniawan (Kasubdit Pemberdayaan Kapasitas TIK, Kominfo), Ibu Ratna masih melanjutkan ikut diskusi, dan Pak Teguh Prasetya, ketua Asosiasi IoT Indonesia. Kami baru tahu ada Asosiasi ini di Indonesia.

Sesi ini benar-benar dimanfaatkan dengan berdiskusi antara pembicara dan peserta yang hadir. Materi sebenarnya baru dapat didengarkan pada sesi pak Teguh dan mas Rofiq setelah sesi ini.

Dari apa yang kami tangkap, fungsi IoT seharusnya dapat mempercepat dan memudahkan layanan publik. Teknologi IoT menjawab pertanyaan dari permasalahan yang ada selama ini.

Melihat potensi IoT untuk Designer dan Makers

Bagian sesi ini diisi oleh pak Teguh yang menerangkan perubahan IoT hingga tahun 2022. Bagaimana tantangannya, industrinya hingga mengubah attitude tentang IoT yang dapat mempermudah.

IoT termasuk salah satu dari 8 teknologi yang muncul di period disruptip sekarang ini bersama AI, Virtual Truth (VIRTUAL REALITY), Enhanced Truth (AR), Drones Blokchain, 3D Printing, dan Robotic.

Menurut beliau, jangan ragu untuk meniru. Seperti Jepang yang meniru Amerika, Korea meniru Jepang dan China yang meniru dunia. Meniru bukan mencontek.

Tentu saja, sesi ini sangat panjang untuk diceritakan dalam satu halaman. Semoga kami bisa membawa di halaman berikutnya. Selain berbicara IoT, beliau mengenalkan tentang Asosiasi IoT Indonesia yang sudah ada sejak tahun 2015.

Si Robo, robotic edukasi IoT untuk Anak Sekolah

Kami baru tahu tentang si Robo di acara ini. Semarang punya Manufacturers dan Designer yang tak kalah dengan kota-kota lainnya. Mengambil sesi setelah makan siang, mas Rofiq bukan saja mengenalkan produk yang telah dibuat dan sudah banyak digunakan ini, tapi juga langsung mengajak peserta terlibat.

Robotic edukasi ini berbasis Android dengan pemrograman Blok berbahasa Indonesia. Selengkapnya tentang Si Robo ini bisa dilihat using site sirobo.id.

See also  Dianggap Berpotensi, Semarang Dipilih Sebagai Salah Satu Kota Roadshow Kompetisi Kewirausahaan DSC|X 2019

Berkenalan dengan AIoT

AIoT adalah Expert system as well as Web of Points. Sesi bagian akhir ini dibawakan oleh dua pembicara dari penyelenggara, yaitu Makestro. Perkembangan dan potensi IoT sangat besar hingga beberapa tahun kemudian.

Keduanya yang berasal dari Bandung dengan menampilkan banyak portofolio yang membuat kami terkagum-kagum. Makestro sendiri merupakan komunitas yang diinisiasi DycodeX.

Sedangkan DycodeX sendiri adalah start-up yang bergerak pada bidang equipment yang arahnya ke Web of Points. Dalam persentasinya, mereka telah membuat banyak produk seperti SmartTernak, AITrash, Batik Analyzer dan lainnya.

Makestro pada intinya mendukung para manufacturers dalam mengembangkan produk, seperti acara ini dan sesi workshop yang memfasilitasi manufacturers dengan board yang telah disiapkan.

 Peserta kebanyakan adalah mahasiswa

Acara ini merupakan sosialisasi RIoT 2019 dengan menghadirkan sesi seperti workshop, outbreak Course, Obstacle dan Exposition. Acara utamanya sendiri dilaksanakan bulan November.

Peserta dapat mengirimkan produknya yang nanti bersaing dengan peserta lain. Kepoin Instagram riot4id untuk lebih detailnya.

Kami harap ada programmer dan manufacturers terpilih yang berasal dari Semarang untuk mengikuti acara utama yang dilangsungkan bulan November 2019.

Dengan adanya workshop di hari kedua, ada produk yang dibuat lalu dikompetisikan. Semarang sebagai salah satu kota yang disinggahi tentu sangat diharapkan sekali.

Artikel terkait :

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*